Kehilangan Banyak

Barangkali ini hal yang biasa, dan mungkin banyak orang yang mengalaminya bahkan mungkin ga Cuma sekali. Tapi buat saya yang baru pertama kali terjadi rasanya gonduk, jengkel dan nyesel juga. Pasalnya sahabat, teman, atau relasi mempunyai arti yang banyak buat saya. Dan salah satunya menjaga hubungan itu adalah saling berkomunikasi, nah kali ini aku ketiban nasib jelek ini terjadi ketika saya harus kehilangan sekitar 230 an nomor dari simcard HP. Nasib baiknya nomor-nomor itu tidak hilang beserta HPnya atau simcardnya. Gara-garanya nomor M3 ku tak pasang di modem GSM Sierra untuk koneksi internet kemudian pengen sms, nah selesei mengetikkan beberapa kata langsung mau ta ngirim. saya cari nomor yang dituju itu di phone book aplikasi Cingular Communication Manager (CCM), loh kok ga ada. Oh iya, nomor”nya belum tak import ke aplikasi itu juga, akhirnya proses importpun kulakukan. Kok hasilnya tetep ga ada, nah tak balikkin lagi. Tak export lagi..tak coba di HP dan huaa….

NOMOR” DI HP KU HILANG…..

Gimana neh, tak cari ke phone book CCM juga ga kesimpen, yah pasrah deh. Dan saya kehilangan mungkin setengah dari semua nomor” yang kumiliki. Yang jelas yang hilang rata-rata temen-temen yang lama atau pertama kusimpen nomornya, kemudian temen-temen yang jarang saya hubungi, saudara-saudara jauh. Dan saya berduka apalagi ketika akhir-akhir ini saya menjadi kayak artis. Banyak nomor” yang sms atau misscall tanpa saya tahu nomor siapa. Dan tentunya dengan rendah hati saya jelaskan keadaan yang ada dan saya tanyakan nomor siapakah gerangan ini. Tapi hasilnya dibilang dah lupalah, sombonglah, malah ada yang tega”nya ngerjain sambil minta ditebak kali. Bikin jengkel aja.. so buat temen-temen yang ngerasa ntar nomornya ga saya kenal bukan berarti saya seperti yang mungkin dipikirkan di atas itu. Saya cuma bisa minta maaf dan saya yakinkan disini bahwa setiap anda-anda juga berarti bagi saya.

Kenali dan Cintailah..

Hampir setiap sore sehabis pulang dari kantor Gubernur Aceh kegiatanku adalah bercengkrama dengan teman-teman kost sambil menikmati acara-acara TV. Acara berita dan humor yang menyegarkan menjadi favorit. Dan tampaknya berkenalan dengan orang baru kemudian menimba pengetahuan dari mereka adalah hal yang sangat menarik bagiku. Entah kenapa aku berpikir aku harus mendapat manfaat yang menarik dengan bertemu orang yang baru. Apalagi ketika kemarin di kost saya terhitung paling muda dan teman-teman yang ngekost disini adalah orang-orang rata-rata harus tinggal di Aceh karena tugas pekerjaan. saya sebut saja dua konstultan dari Jakarta yang sedang bertugas di bank daerah setempat Pak Frans yang bermarga Sitorus asli Tapanuli Selatan serta Pak Ahmad Subagyo kemudian Mas Bondan yang bekerja di bidang kotraktor yang juga jago bahasa Jepang karena pernah tinggal di Jepang 3 tahun [kapan ya saya bisa jalan-jalan ke Jepang]. Dari Pak Frans yang pernah bekerja di Bank Indonesia, saya belajar tahu bagaimana sebetulnya kasus-kasus aliran dana BI kemudian berbicara seputar ekonomi Indonesia. Dari Mas Bondan, saya belajar tahu tentang ide-ide membuat rumah yang menarik, interior yag murah tapi bagus, dan hal lain. [Buat ntar kalo saya punya duit wat buat rumah...Amin..]. Sayangnya saya tidak sempat belajar banyak dari Pak Bagyo ternyata seorang bankir ekonomi dan penulis buku karena kebetulan waktu senggang di Aceh beliau manfaatkan untuk menyelesaikan buku keduanya dan sedang berbahagia atas kelahiran putra pertamanya [Selamat Pak...kapan juga saya punya.... Halah.]. Dari obrolan-obrolan itu membuat saya kadang terus memikirkan kebiasaan jelek saya yaitu mikirin negara. Saya bilang jelek karena mikir sendiri saja masih ga karuan kok sok-sokan mikirin negara. Tapi diluar semua itu sebetulnya saya prihatin, sedih, benci dengan keadaan bangsa ini meskipun saya juga bangga dan bersyukur lahir di Indonesia.

Read the rest of this entry »

Tengah Kesadaran Malamku

Rabbii..
Wa anta ladzi ma ya’lamu maa fii sodri..

Rabbii..
Sujudku yang tak khusu’
Doaku yang setengah hati
Sebutanku atas nama Mu yang tak kumaknai
Mohon ampunku yang tak ikuti dengan lakuku
Apakah berarti bagi Mu dan Engkau menerima yang bagian mana dari itu ?

Mengakui dosa-dosaku pasti akan lama dan panjang
Tapi menghitung kebaikanku rasanya secepat setiap sholatku menghadap Mu.
Banyak dari yang Engkau perintahkan kulanggar dan banyak dari yang Engkau larang kujalani.
Entah bodohkah, bebal, atau sedemikian sombong jiwa ini hingga aku tak mensyukuri nikmat Mu dengan mengingat nama Mu.
Hingga tak memohon ampun untuk setiap dosa yang nyata telah Engkau peringatkan.

Rabbii..
Aku hanya bersyukur ternyata Engkau tidak menutup hatiku, tidak membiarkan aku dalam jurang gelap yang lebih dalam.
Meski disetiap taubatku aku selalu tertatih-tatih, ku memohon masih diberi kesempatan untuk mencoba dan mencoba.

Engkau Yang Maha Mengerti isi hati manusia
Berilah aku hidayahMu bagaimana cara menghapuskan kesombongan di hati,
Cara menghapuskan iri dengki
Cara menghapuskan rasa ingin dipuji
Cara menghapuskan rasa berpuas diri dan lebih baik dari orang lain.

Rabbii..
Semoga cinta kepada Mu dan Rasul Mu yang pernah ada, Engkau semaikan lagi
Aku rindu hatiku yang tenang, damai, dan penuh rasa bersyukur.
Aku datang pada Mu dengan memohon ampunan Mu.
Dan bisa mensyukuri semua nikmat Mu memanglah harusnya merupakan syukur tersendiri.